Lulusan SMK tercatat sebagai kelompok dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi dalam data BPS selama satu dekade terakhir. Penjelasan yang lazim menunjuk kurikulum yang tertinggal dari industri. Buku ini menawarkan pembacaan lain: sebagian besar persoalannya terletak pada cara lembaga vokasi dikelola.
Tujuh bab di dalamnya bergerak dari dasar ke praktik. Pembahasan dibuka dengan filosofi dan tujuan pendidikan vokasi, termasuk perdebatan Dewey dan Snedden yang belum selesai, dilanjutkan sejarahnya sejak ambachtsschool masa kolonial sampai kerangka TVET, dan landasan hukum dari UU Nomor 20 Tahun 2003 hingga Perpres Nomor 68 Tahun 2022. Bagian berikutnya menguji teori manajemen Fayol, Deming, human capital, dan pendekatan kontingensi pada kasus unit produksi serta teaching factory; menjelaskan cara menyusun perencanaan yang berangkat dari data ketenagakerjaan daerah dan penelusuran alumni; membahas desain organisasi SMK dan politeknik termasuk Bursa Kerja Khusus dan LSP Pihak Pertama; lalu ditutup dengan isu otomasi, keterampilan hijau, dan sertifikat mikro.
Buku ini diperuntukkan ke semua orang yang terlibat dalam Pendidikan vokasi, dan secara khusus untuk mahasiswa manajemen pendidikan, kepala SMK dan pimpinan politeknik, serta pengawas dan pejabat dinas yang menyusun kebijakan vokasi di daerah.







Reviews
There are no reviews yet.